Komputer Generasi I (1940-1959) ENIAC
Electronic Numerical Integrator and Calculator (ENIAC) merupakan
generasi pertama komputer digital elektronik yang digunakan untuk
kebutuhan umum. Pgamroposal ENIAC dirancang oada tahun 1942, dan mulai
dibuat pada tahun 1943 oleh Dr. John W. Mauchly dan John Presper Eckert
di Moore School of Electrical Engineering (University of Pennsylvania)
dan baru selesai pada tahun 1946.
ENIAC berukuran sangat
besar, untuk penempatannya membutuhkan ruang 500m2. ENIAC menggunakan
18.000 tabung hampa udara, 75.000 relay dan saklar, 10.000 kapasitor,
dan 70.000 resistor. Ketika dioperasikan, ENIAC membutuhkan daya listrik
sebesar 140 kilowatt dengan berat lebih dari 30 ton, dan menempati
ruangan 167 m2. Mesin Von Neumann Mesin ini dikembangkan oleh
seorang ahli matamatika yaitu John Von Neumann yang juga merupakan
kosultan proyek ENIAC. Mesin ini dikembangkan mulai tahun 1945 yang
memberikan gagasan sebagai stored-program concept, yaitu sebuah konsep
untuk mempermudah proses program agar dapat direpresentasikan dalam
bentuk yang cocok untuk penyimpanan dalam memori untuk semua data.
Gagasan ini juga dibuat hampir pada waktu yang bersamaan dengan Turing.
Selanjutnya Von Neumann mempublikasikannya dengan nama baru yaitu:
Electronic Discrete Variable Computer (EDVAC). Semua input dan
output dilakukan melalui kartu plong. Dalam waktu satu detik, ENIAC
mampu melakukan 5.000 perhitungan dengan 10 digit angka yang bila
dilakukan secara manual oleh manusia akan memakan waktu 300 hari, dan
ini merupakan operasi tercepat saat itu dibanding semua komputer mekanis
lainnya. ENIAC dioperasikan sampai tahun 1955. Teknologi yang digunakan
ENIAC adalah menggunakan tabung vakum yang dipakai oleh Laboratorium
Riset Peluru Kendali Angkatan Darat (Army’s Ballistics Research
Laboratory-LBR) Amerika Serikat. Selanjutnya mesin ini dikembangkan
kembali dengan perbaikan-perbaikan pada tahun 1947, yang disebut sebagai
generasi pertama komputer elektronik terprogram modern yang disediakan
secara komersial dengan nama EDVAC, EDSAC (Electronic Delay Storage
Automatic Calculator), dan UNIVAC1 dan 2 (Universal Automatic Computer)
yang dikembangkan oleh Eckert dan Mauchly. Untuk pertama kalinya
komputer tersebut menggunakan Random Access Memory (RAM) untuk menyimpan
bagian-bagian dari data yang diperlukan secara cepat. Dengan konsep
itulah John Von Neumann dijuluki sebagai bapak komputer modern pertama
di dunia yang konsepnya masih digunakan sampai sekarang. John Von
Neumann lahir di Budapest, Hongaria 28 Desember 1903 dan meninggal pada
tanggal 8 Februari 1957 di Washington DC, AS. Von Neumann sangat cerdas
dalam matematika dan angka-angka. Pada usia eman tahun dia sudah dapat
menghitung pembagian angka dengan delapan digit tanpa menggunakan kertas
atau alat bantu lainnya. Pendidikannya dimulai di University of
Budapest pada tahun 1921 di jurusan kimia. Tapi kemudian dia kembali
kepada kesukaannya, matematika, dan menyelesaikan doktoralnya di bidang
matematika di tahun 1928. di tahun 1930 dia mendapatakan kesempatan
pergi ke Princeton University (AS). Pada tahun 1933, Institute of
Advanced Studies dibentuk dan dia menjadi salah satu dari enam professor
matematika di sana. Von Neumann kemudian menjadi warga negara Amerika.
Von Neumann juga merupakan orang pertama yang mencetuskan istilah “Game
Theory” yang kemudian berkembang menjadi ilmu tersendiri. Game theory
bermanfaat untuk mensimulasikan permainan, seperti catur, bridge, dan
sejenisnya. Dia juga bermanfaat untuk mensimulasikan perang. Komputer Komersial Pertama
Pada pertengahan tahun 1950 UNIVAC mengalami kemajuan dalam beberapa
aspek pemrograman tingkat lanjut, sehingga merupakan komputer general
purpose pertama yang didesain untuk menggunakan angka dan huruf dan
menggunakan pita magnetik sebagai media input dan output-nya. Inilah
yang dikatakan sebagai kelahiran industri komputer yang didominasi oleh
perusahaan IBM dan Sperry. Komputer UNIVAC pertama kali digunakan untuk
keperluan kalkulasi sensus di AS pada tahun 1951, dan dioperasikan
sampai tahun 1963. Komputer-Komputer IBM IBM memproduksi IBM 605
dan IBM 701 pada tahun 1953 yang berorientasi pada aplikasi bisnis dan
merupakan komputer paling populer sampai tahun 1959. IBM 705 dikeluarkan
untuk menggantikan IBM 701 yang kemudian memantapkan IBM dalam industri
pengolahan data. Komputer Generasi II (1959-1964) Komputer generasi kedua ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: * Menggunakan teknologi sirkuit berupa transistor dan diode untuk menggantikan tabung vakum. * Sudah menggunakan operasi bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti FORTRAN dan COBOL. * Kapasitas memori utama dikembangkan dari Magnetic Core Storage. * Menggunakan simpanan luar berupa Magnetic Tape dan Magnetic Disk. * Kemampuan melakukan proses real time dan real-sharing. * Ukuran fisiknya sudah lebih kecil dibanding komputer generasi pertama. * Proses operasi sudah lebih cepat, yaitu jutaan operasi perdetik. * Kebutuhan daya listrik lebih kecil. * Orientasi program tidah hanya tertuju pada aplikasi bisnis, tetapi juga aplikasi teknik. UNIVAC III
Dibanding denga tabung, teknologi transistor jauh lebih efisien sebagai
switch dan dapat diperkecil ke skala mikroskopik. Pada tahun 2001
peniliti Intel telah memperkenalkan silikon paling kecil dan paling
cepat di dunia, dengan ukuran 20 nanometer ata sebanding dengan
sepermiliar meter, yang akan digunakan pada prosesor dengan kecepatan 20
GHz (Giga Hertz). Era ini juga menandakan permulaan munculnya
minikomputer yang merupakan terbesar kedua dalam keluarga komputer.
Harganya lebih murah dibanding dengan generasi pertama. Komputer DEC
PDP-8 adalah minikomputer pertama yang dibuat tahun 1964 untuk
pengolahan data komersial. Jenis-jenis komputer lain yang muncul
pada generasi ini diantaranta UNIVAC III, UNIVAC SS80, SS90, dan 1107,
IBM 7070, 7080, 1400, dan 1600. Komputer Generasi III (1964-1970)
Pada generasi ketiga inilah teknologi Integrated Circuit (IC) menjadi
ciri utama karena mulai digunakan pada sebuah perangkat komputer hingga
generasi sekarang. Komponen IC berbentuk hybrid atau solid (SLT) dan
monolithyc (MST). SLT adalah transistor dan diode diletakkan terpisah
dalam satu tempat sedangkan MST adalah elemen transistor, diode, dan
resistor diletakkan bersama dalam satu chip. MST lebih kesil tetapi
mempunyai kemmapuan lebih besar dibanding SLT. IC dibuat pertama
kali oleh Texas Istruments dan Fairchild Semiconductor pada tahun 1959
yang hanya berisi enam transistor. Bisa kita bandingkan bahwa prosesor
saat ini yang kita gunakan telah memiliki jutaan, puluhan, ratusan juta
transistor, bahkan telah didesain prosesor dengan miliaran transistor.
Sebuah perkembangan yang luar biasa dalam masa kurang dari setengah
abad.
Ciri-ciri komputer generasi ketiga adalah: * Karena
menggunakan IC maka kinerja komputer menjadi lebih cepat dan tepat.
Kecepatannya hampir 10.000 kali lebih cepat dari komputer generasi
pertama. * Peningkatan dari sisi software. * Kapasitas memori lebih besar, dan dapat menyimpan ratusan ribu karakter (sebelumnya hanya puluhan ribu).
* Menggunakan media penyimpanan luar disket magnetik (external disk)
yang sifat pengaksesan datanya secara acak (random access) dengan
kapasitas besar (jutaan karakter). * Penggunaan listrik lebih hemat. * Kemampuan melakukan multiprocessing dan multitasking. * Telah menggunakan terminal visual display dan dapat mengeluarkan suara. * Harganya semakin murah. * Kemampuan melakukan komunikasi dengan komputer lain.
IBM S/360, UNIVAC 1108, UNIVAC 9000, Burroughts 5700, 6700, 7700, NCR
Century, GE 600, CDC 3000, 6000, dan 7000, PDP-8, dan PDP-11 (pabrik
pembuatnya adalah Digital Equipment Corporation) merupakan contoh-contoh
komputer generasi ketiga. Komputer Generasi IV (1970-1980-an)
Komputer generasi keempat merupakan kelanjutan dari generasi III.
Bedanya bahwa IC pada generasi IV lebih kompleks dan terintegrasi. Sejak
tahun 1970 ada dua perkembangan yang dianggap sebagai komputer generasi
IV. Pertama, penggunaan Large Scale Integration (LSI) yang disebut juga
dengan nama Bipolar Large Large Scale Integration. LSI merupakan
pemadatan beribu-ribu IC yang dijadikan satu dalam sebuah keping IC yang
disebut chip. Istilah chip digunakan untuk menunjukkan suatu lempengan
persegi empat yang memuat rangkaian terpadu IC. LSI kemudian
dikembangkan menjadi Very Large Scale Integration (VLSI) yang dapat
menampung puluhan ribu hingga ratusan ribu IC. Selanjutnya
dikembangkannya komputer mikro yang menggunakan mikroprosesor dan
semikonduktor yang berbentuk chip untuk memori komputer internal
sementara generasi sebelumnya menggunakan magnetic core storage. Komputer Generasi IV: Apple II Komputer Generasi IV: Apple II
Perusahaan Intel pada tahun 1971 memperkenalkan mikrokomputer 4 bit
yang menggunakan chip prosesor dengan nama 4004 yang berisi 230
transistor dan berjalan pada 108 KHz (Kilo-Hertz) dan dapat mengeksekusi
60.000 operasi per detik. Dilanjutkan pada tahun 1972, Intel
memperkenalkan mikrokomputer 8008 yang memproses 8 bit informasi pada
satu waktu. Selanjutnya mikroprosesor 8080 dibuat pada tahun 1974, dan
merupakan prosesor untuk tujuan umum pertama. Sebelumnya prosesor 4004
dan 8008 dirancang untuk kebutuhan aplikasi tertentu, dan prosesor 8080
memiliki kemampuan lebih cepat dan memilki set instruksi yang lebih
kaya, serta memiliki kemampuan pengalamatan yang lebih besar. Pada
generasi keempat ini tampilan monitor masih satu warna (green color).
Komputer Generasi IV: PDP 11
Komputer-komputer generasi keempat diantaranya adalah IBM 370, Apple I
dan Apple II, PDP-11, VisiCalc, dan Altair yang menggunakan prosesor
Intel 8080, dengan sistem operasi CP/M (Control Program for
Microprocessor), dengan bahasa pemrograman Microsoft Basic (Beginners
Allpurpose Symbolic Instruction Code). Sebagai catatan bahwa pada
komputer-komputer generasi keempat ini tidak satupun yang PC-Compatible
atau Macintosh-Compatible. Sehingga pada generasi ini belum ditentukan
standar sebuah komputer terutama personal computer (PC). Komputer Generasi V (1980-an-sekarang)
Akhir tahun 1980, IBM memutuskan untuk membangun sebuah komputer
personal (PC) secara massal, yang pada tanggal 12 Agustus 1981 menjadi
sebuah standar komputer PC, dan pada akhirnya hingga saat ini PC dikenal
dengan nama standar IBM-PC. Prosesor yang digunakan adalah 8088/8086
yang menjadi standar komputer saat ini, menggunakan basis proses 16 bit
persatuan waktu. Dengan lahirnya komputer generasi kelima ini, IBM
bekerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan software di dalamnya.
Hingga saat ini Microsoft mendominasi kebutuhan software di dunia PC.
Pada perkembangan selanjutnya perubahan besar terjadi bahwa sejak
IBM-PC diperkenalkan dan bukan menjadi satu-satunya manufaktur
PC-compatible, maka standar baru dalam dunia industri PC lebih
dikembangkan oleh perusahaan lain seperti Intel dan Microsoft yang
dipelopori oleh W. Bill Gates yang menjadi pionir standar hardware dan
software dunia. Pada generasi kelima ini, telah dilakukan
pengembangan dengan apa yang dinamakan Josephson Junction, teknologi
yang akan menggantikan chip yang mempunyai kemampuan memproses trilyunan
operasi perdetik sementara teknologi chip hanya mampu memproses
miliaran operasi perdetik. Komputer pada generasi ini akan dapat
menerjemahkan bahasa manusia, manusia dapat langsung bercakap-cakap
dengan komputer serta adanya penghematan energi komputer. Sifat luar
biasa ini disebut sebagai “Artificial Intelligence”, selain itu juga
berbasis Graphic User Interface (GUI), multimedia, dan multikomunikasi.
Contoh-contoh komputer yang lahir pada generasi kelima berbasis x86,
seperti chip 286 yang diperkenalkan pada tahun 1982 dengan 134.000
transistor, kemudian chip 386 pada tahun 1983 dengan 275.000 transistor,
sedangkan chip 486 diperkenalkan tahun 1989 yang memiliki 1,2 juta
transistor. Selanjutnya pada tahun 1993 Intel memperkenalkan keluarga
prosesor 586 yang disebut Pentium 1 dengan jumlah transistor 3,1 juta
untuk melakkan 90 MIPS (Million Instruction Per Second). Kemudian
dilanjutkan pada generasi berikutnya yaitu Pentium 2, 3, dan 4. Pada
akhir tahun 2000 Intel memperkenalkan Pentium 4, yang merupakan
prosesor terakhir dalam keluarga Intel dengan arsitektur 32 bit (IA-32).
Tahun 2001 Intel mengumumkan prosesor Itanium yang merupakan prosesor
dengan basis arsitektur 64 bit (IA-64) pertama. Itanium merupakan
prosesor pertama milik Intel dengan instruksi-instruksi 64 bit dan akan
menelurkan satu generasi baru dari sistem operasi dan aplikasi,
sementara masih mempertahankan backward compatibility dengan software 32
bit. Perlu diketahui bahwa sejak dikeluarkannya prosesor 386, komputer
beroperasi pada 32 bit per satuan waktu dalam mengeksekusi informasi
hingga Pentium 4. Hingga sekarang komputer yang digunakan kebanyakan
masih yang berbasis 32 bit. Pada generasi pentium, selain ciri khas
pada peningkatan kecepatan akses datanya juga tampilan gambar sudah
beresolusi (kualitas gambar) bagus dan berwarna serta multimedia, dan
yang lebih penting adalah fungsi komputer menjadi lebih cerdas. Meskipun
komputer pada generasi ini ukuran fisiknya menjadi lebih kecil dan
sederhana namun memiliki kemampuan yang semakin canggih. Komputer Generasi VI: Masa Depan
Dengan teknologi komputer yang ada saat ini, agak sulit untuk dapat
membayangkan bagaimana komputer masa depan. Dengan teknologi yang ada
saat ini saja kita seakan sudah dapat “menggenggam dunia”. Dari sisi
teknologi beberapa ilmuan komputer meyakini suatu saat tercipta apa yang
disebut dengan biochip yang dibuat dari bahan protein sitetis. Robot
yang dibuat dengan bahan ini kelak akan menjadi manusia tiruan.
Sedangkan teknologi yang sedang dalam tahap penelitian sekarang ini
yaitu mikrooptik serta input-output audio yang mungkin digunakan oleh
komputer yang akan datang. Ahli-ahli sains komputer sekarang juga sedang
mencoba merancang komputer yang tidak memerlukan penulisan dan
pembuatan program oleh pengguna. Komputer tanpa program (programless
computer) ini mungkin membentuk ciri utama generasi komputer yang akan
datang.
Kemungkinan Komputer Masa Depan Secara prinsip
ciri-ciri komputer masa mendatang adalah lebih canggih dan lebih murah
dan memiliki kemampuan diantaranya melihat, mendengar, berbicara, dan
berpikir serta mampu membuat kesimpulan seperti manusia. Ini berarti
komputer memiliki kecerdasan buatan yang mendekati kemampuan dan prilaku
manusia. Kelebihan lainnya lagi, kecerdasan untuk memprediksi sebuah
kejadian yang akan terjadi, bisa berkomunikasi langsung dengan manusia,
dan bentuknya semakin kecil. Yang jelas komputer masa depan akan lebih
menakjubkan. RUANG LINGKUP MANAJEMEN OPERASIONAL 21.35 M. Agus Sudrajat
A. PENDAHULUAN Operasi merupakan salah satu fungsi dari bisnis
disamping financial, marketing, maupun personalia. Operation tidak dapat
berdiri sendiri, melaikan harus selalu berhubungan dengan fungsi-fungsi
lainnya. Setiap perusahaan memiliki fungsi operasi, maka manajemen
operasi berfungsi untuk memanage fungsi opersi dalam suatu organisasi.
Pada awalnya manajemen opersi lebih banyak menfokuskan pada opersi
perusahaan manufaktur, sehingga dikenal dengan istilah “Manajemen
Produksi”. Seiring dengan perkembangan sector jasa yang begitu pesat,
maka manajemen operasi juga menfokuskan pembahasan pada operasi jasa.
Dengan demikian lebih tepatlah kiranya kita mempelajari ”Manajemen
Produksi/Operasi”. Manajemen operasi terdiri dari dua kata yaitu
manajemen dan operasi. Operasi merupakan kegiatan mentransformasikan
input menjadi output. Dengan demikian manajemen opersi merupakan
kegiatan untuk mengatur/mengelola secara optimal/manajemen pengolahan
sumber daya dalam proses transformasi input menjadi output. Berkaitan
dengan proses transformasi, ada dua filosofi proses transformasi, yang
dapat dilihat pada gambar 1. dan 2 sebagai berikut:
�� Little
Quality (kualitas kecil) merupakan tranformasi yang sederhana yaitu
proses perubahan input menjadi output, sehingga menimbulkan nilai
tambah. Dari ouput akan memberikan feed back untuk perbaikan input. ��
Big Quality (Kualitas besar), tranformasi bukan sekedar proses perubahan
input menjadi output. Ketika perusahaan menyedikan input, ia akan
berhubungan dengan supplier sebagai penyedia input serta pertimbangan
nilai konsumen sebagai pertimbangan atas input yang digunakan. Hubungan
dengan supplier pada saat ini bersifat partnership. Ouput akan
memberikan umpan balik berupa informasi yang secara internal maupun
eksternal. Dalam hal ini kesalahan-kesahalan yang terjadi dalam ouput
dapat dianalisis dari informasi yang berasal dari dalam perusahaan
maupun dari luar termasuk feed back dari konsumen. �� Jenis
Transformasi, dalam produksi dapat dibagi menjadi : (1) Phisical dalam
produksi pabrik; (2) Physiological, dalam perawatan kesehatan; (3)
Phychological dalam bisnis hiburan; (4) location dalam transformasi; (5)
Exchange/Pertukran dalam pelanggan; (6) Informational dalam
telekomunikasi; (7) Storage/penyimpanan. B. PENGERTIAN OPERATIONS
MANAGEMENT Operations Management (OM) adalah serangkaian aktivitas untuk
menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa melalui transformasi
input menjadi output. Aktivitas merupakan proses atau sekumpulan
kegiatan yang memerlukan satu atau lebih dari input, merubah dan
menambah nilai pada input tersebut, sehingga dapat memberikan satu atau
lebih output bagi pelanggan. Input terdiri atas sumber daya manusia
(tenaga kerja), modal (peralatan dan fasilitas), pembelian bahan baku
dan jasa, tanah dan energi. Sedangkan outputnya adalah barang dan jasa.
Operations Management merupakan salah satu fungsi utama dalam setiap
perusahaan, Oleh karena itu ada 10 keputusan strategis Operations
Management yang terdiri: Service and product design, Quality management;
Process and capacity design; Location; Layout design; Human resources
and job design; Supply Chain Management; Inventory, material
requirements planning, and JIT; Intermediate, short term, and project
scheduling; Maintenance (Haizer & Render, 2004). Krajewsky &
Ritzman, (2002) mendefinisikan Operations Management merupakan
pengarahan dan pengawasan proses yang mengubah bentuk input menjadi
barang dan jasa (output). Proses adalah aktivitas pokok dari organisasi
yang digunakan untuk bekerja dan mencapai tujuan bersama. Pada dasarnya
Operations Management merupakan salah satu fungsi di dalam perusahaan,
di mana perusahaan besar pada umumnya memisahkan setiap fungsi ke dalam
departemen yang terpisah, setiap fungsi memiliki tanggung jawab tertentu
sesuai dengan tugasnya. Masing-masing fungsi dalam perusahaan saling
berhubungan. oleh karena itu kerja sama, koordinasi dan komunikasi yang
efektif sangat penting dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Keputusan Operations Management dibedakan menjadi keputusan bersifat
stratejik memiliki konsekwensi jangka panjang dan kurang terstruktur,
cenderung terfokus pada organisasi secara keseluruhan, dan lintas
departemen. Kemudian keputusan taktis lebih terstruktur, rutin,
konsekwensi jangka pendek, cenderung terfokus pada departemen, tim, dan
tugas. Sehingga keputusan Operations Management terdiri atas 5 kategori: 6
1) Strategi Choise (startegi opersional) 2) Proses (proses, manajemen,
perencanaan proses bisnis, dan manajemen teknologi) 3) Quality (TQM dan
Statistical Prosess Control) 4) Capability, Location, and Layout 5)
Operating Decisions meliputi: (Supply Chain Management, Forecasting,
Inventory Management, Aggregate Planning, Resource Planning, Lean
System, Sceduling) Krajewsky & Ritzman (2002). Dari pendapat ke dua
ahli di atas pada hakekatnya tidak ada perbedaan yang mendasar mengenai
definisi manajemen operasional, kedua-duanya lebih menekankan pada
proses dan aktivitas dalam pelaksanaan tranformasi input menjadi output
berupa barang dan jasa. Lebih lanjut setiap kategori keputusan dalam
manajemen operasional di atas, memaikan peran vital dalam memperoleh
keuntungan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan
keunggulan bersaing. Dengan demikian uraian ini menunjukan bahwa
terdapat berbagai metode untuk mencapai kesuksesan melalui Operations
Management. C. PERBEDAAN & PERSAMAAN MANUFACTURE DAN SERVICE ��
Perbedaan Manufacture dan service Dalam perkembangannya manajemen
operasi baik sektor manufaktur maupun jasa,. secara spesifik terdapat
perbedaan antara manufaktur dan jasa antara lain : 1. Produk manufaktur
bersifat tahan lama, bersifat fisik, artinya dapat dilihat dengan jelas
wujud barang tersebut. Jasa tidak berwujud, misalnya berbentuk ide dan
informasi. 2. Output dari manufaktur dapat disimpan sedangkan jasa tidak
dapat disimpan. 3. Pada perusahaan manufaktur kontak langsung dengan
konsumen relatif kecil sedangkan pada jasa dalam proses produksi juga
melibatkan konsumen, sehingga terdapat kontak yang tinggi. 4. Waktu
respon atas output pada manufaktur relative lama disbanding dengan jasa.
�� Persamaan Manufacture dan service Disamping terdapat perbedaan,
persamaan antara manufaktur dengan jasa, yaitu : 1. Kedua tipe sama-sama
menawarkan produk 2. Input manufaktur maupun jasa dapat disimpan. 3.
Memfokuskan kepada kepuasan pelanggan. D. PRODUKTIVITAS Secara umum
produktivitas dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah
barang dan jasa yang dihasilkan (ouput) dengan jumlah sumber daya yang
dipakai (input). Peningkatan produktivitas dapat terjadi jika: a. Dengan
jumlah ouput yang tetap, namun jumlah input berkurang b. Jumlah input
& output bertambah, dengan kenaikan jumlah ouput yang lebih besar.
c. Jumlah input maupun ouput berkurang, dengan penurunan input yang
lebih banyak. d. Pengukuran produktivitas dapat dilakukan dengan
formulasi : E. PERKEMBANGAN PRODUKTIVITAS TIGA NEGARA RAKSASA DUNIA
Perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis selama dekade terakhir ini,
lebih banyak dari pada perubahan selama lima atau sepuluh dekade
sebelumnya. Persaingan global, aliansi global dan regional, bangkitnya
raksasa Cina berkembangnya Uni Eropa dan pesatnya kemajuan teknologi
informasi telah mengubah secara dratis panorama bisnis dunia. Perubahan
bisnis memicu pula perubahan dan perkebangan manajemen, termasuk
manajemen operasional internasional. Dalam manajemen operasional
internasional terjadi kecendurangan baru dalam banyak hal dan
pendekatan. Pengertian mutu tidak lagi sekedar memenuhi spesifikasi
teknik, tetapi semua hal yang diharapkan dan dibutuhkan konsumen.
Keputusan dalam manjemen operasional manufaktur tidak hanya ditentukan
oleh faktor harga, tetapi juga kecepatan terhadap akses ke pasar,
efisiensi biaya, skill, deliveri, kinerja produksi yang tinggi dan
konsisten terhadap kualitas. Dengan demikian manajemen opersional
manufaktur tidak lagi dianggap sebagai pusat biaya, tetapi menjadi pusat
keuntungan, dan sebagai fungsi teknis dan taktis belaka tetapi fungsi
strategis, sehingga ada kecenderungan berubah menjadi kemitraan yang
bersifat aliansi strategi. 8 1. Amerika Serikat Amerika serikat
mengalami penurunan produktivitas dari tahun 1950 sampai tahun 1988,
sebab-sebab penurunan produktivitas: �� Orientasi finansial jangka
pendek dan rendahnya riset dan development, diman Amerika Serikat lebih
memeningkan ROI jangka pendek dan peningkatan EPS. Dimasa datang hal ini
sangat beresiko karena tuntutan jaman yang berbeda. Hal ini terbukti
dengan keberhasilan perusahaan Jepang menguasai market share dunia,
misalnya keberhasilan Toyota Luxus menguasai 8% market share hanya dalam
3 tahun. �� Lemahnya strategi, perusahaan kurang meningkatkan strategi
internasional maupun eksteranl, serta kurang men-sharekan informasi yang
berkaitan dengan strateginya. �� Lemahnya manajemen SDM dan organisasi,
di Amerika tenaga kerja berkompotisi untuk mendapatkan upah, sehingga
sering terjadi keributan diantara diantara para pekerja. Lemahnya
teknologi praktis, Rendahnya R&D di Amerika Serikat menjadikan
lemahnya teknologi praktis. Produktivitas dalam industri mobil Amerika
Serikat juga berbeda dengan Jepang, selain itu ada pula perbedaan
produktivitas antara perusahaan, perbedaan ini meliputi : a. Biaya
tenaga kerja di Jepang lebih rendah oleh karena itu pada tahun 1980-an
proses perakitan memakan waktu lebih singkat dibanding dengan Amerika
serikat sehingga biaya rendah, Jepang 17 jam untuk merakit mobil mini
sedangkan Amerika serikat memerlukan waktu 28 jam) b. Investasi pada
kapital dan teknologi jepang lebih tinggi c. Perbedaan ukuran kualitas,
perusahaan Jepang lebih inovatif dalam mengembangkan model mobil
(Amerika 6 tahun, sedangkan Jepang hanya 4 tahun) d. Industri Amerika
tidak unggul pada kualitas dan pembelajaran dibandingkan Jepang. e.
Perbedaan dalam biaya dan tingkat kerusakan, dimana Amerika serikat
lebih tinggi dibanding dari Jepang. f. Pemanfaatan FMS (Flexible
Machining Sistem) di Jepang mampu mengurangi waktu sampai 20,2 Jam
sehari sedangkan Amerika serikat hanya mampu mengurangi waktu 8,3 jam
sehari. Solusi yang diambil oleh Amerika serikat antara lain : 1)
memprioritaskan pada riset dan development 2) Meningkatkan apresiasi SDM
dengan tidak meminisasi upah, meningkatkan investasi pada training
serta menciptakan Quality of Work Life yang kondusif. 3) Meningkatkan
komunikasi dengan perusahaan lain dan supplier lain. 4) Kemabali ke
basic Manajemen Operasi dan strategi 5P: People; Plants; Parts; Process;
Plan and control system.
2. Jepang Produktivitas jepang terus
mengalami peningkatan yang tajam karena keberhasilan dalam membangun
industri komputer. Pada tahun 950-an pemerintah Jepang mengembangkan
strategi penting dalam komputer yang berhubungan dengan industri
telekomunikasi, penerbangan dan mesin pintar. Pemerintah Jepang
menetapkan kebijakan: 1. Peraturan protek 2. Proyek Rist dan Development
3. Pemberian pinjaman lunak 4. Pengembangan perusahaan komputer. MITI
(Ministry of Internasional Trade and Industri) mempromosikan komputer.
MITI menetapkan tarif untuk mengontrol investasi asing dan import. Hal
ini menekan IBM yang beroperasi di Jepang. Jepang ikut mengontrol tipe
dan volume computer IBM yang dihasilkan. Computer Jepang bisa bersaing
dengan IMB. MITI dengan 7 perusahaan computer membentuk JECC (Japan
Elekctronic Computer Company). 3. Eropa Tahun 1980-an telah muncul
banyak industri sebagai pesaing kuat Amerika yaitu dari Jepang dan
Eropa, Bahkan tumbuh pula Newly Industrialized Country (NICs) yang telah
berhasil mengikuti Jepang. Negara yang termasuk dalam NICs ‘Four Tiger’
(Korea Selatan, Singapura, Hongkong dan Taiwan), keemapat negara ini
memiliki strategi pebelajaran yang cepat dalam memasuki kompetisi
global. Di Amerika, kebanyakan usahawan adalah berorientasi pada
prestasi artinya mereka tidaklah termotivasi secara extrinsically tetapi
pada hakekatnya motivasi macam ini adalah lazim di Amerika Serikat
dimana peneknannya pada pemenuhan individu. Tidak seperti di Eropa di
mana lebih menekankan pada kepentingan masyarakat dan kelompok. Oleh
karena itu ada suatu kebutuhan utama bagi orang-orang Eropa untuk
merasakan bagian dari suatu kelompok. Sukar untuk membayangkan dari
kebanyakan orang-orang Eropa yang bermaksud mempunyai prestasi individu
dalam bisnis. Terutama ketika orang mempertimbangkan uang itu bukan hal
yang paling utama bagi mereka. Dari bangsa-bangsa di Eropa agaknya
bangsa Belanda yang paling menguasai bahasa inggris dan tidak
segan-segan menggunakannya. Biasanya negosiasi sangat a lot, sehingga
mereka sulit mencapai kompromi, mereka sangat menghargai ketepatan
waktu. Berdasarkan gambaran umum dari ketiga negara raksasa di dunia
(AS, Jepang dan Eropa) maka dalam dua decade terakhir (1980-2000-an)
berbagai perusahaan seperti Motorola, Harley Davidson, Intel, Microsoft
(di Amerika Serikat), Sony Corp, Mitsubishi (di Jepang), dan Mercedes
Benz (di Jerman) telah melaksanakan strategi yang berbasis dan
bersandarkan kepada mutu produk, telah menjadi dimensi primadona untuk
memenangkan pesanan. Khususnya industri otomotif, elektronik, dan mesin
di Jepang telah membuat produk berkualitas tinggi sebagi kunci sukses
dari strategi perusahaan tersebut. Oleh karena itu, fakta menunjukkan
bahwa industri otomotif Jepang mengalahkan industri otomotif Amerika
Serikat, industri mesin Jepang (atau tidak kalah) dari industri mesin
Eropa Barat, bahkan industri jam tangan Jepang mengalahkan industri jam
tangan Swiss. Oleh karena itu, produk-produk Jepang pada tahun 1980-an
telah 10 sampai 100 kali lebih kecil dalam tingkat kerusakan produk
(product defect rate). Akhir-akhir ini berbagai perusahaan Amerika
Serikat, Kanada, dan Eropa telah mencoba menurunkan tingkat kerusakan
(damage) produk untuk meningkatkan kepentingan para langganan. Sebagai
contoh, Motorola, produsen telepon seluler, telah menurunkan tingkat
cacat produknya dari 6.000 per 1.000.000 produknya pada tahun 1985
menjadi hanya 30 per 1.000.000 produk pada tahun 1992, bahkan menjadi 3
per 1.000.000 produk pada tahun 1995. Demikian pula, Selectron (produsen
papan sircuit/IC) telah menurunkan cacat produknya dari 100 unit per
1.000.000 produknya menjadi 2 unit saja per 1.000.000 produknya. Jadi,
produk dengan mutu prima (superior quality) jelas akan menjadi produk
yang diidamkan oleh setiap konsumen di seluruh dunia. F. PEMBELAJARAN
MANUFAKTUR INDONESIA Potensi yang dimiliki oleh Indonesia, dapat
dikatakan bahwa negara Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi negara
besar. Aspek jumlah penduduk (lebih dari 238 juta jiwa), potensi sumber
daya alam, kebhinekaan agama, etnis dan budaya memberikan cukup peluang.
Namun dalam perjalanan berbangsa dan bernegara ibarat berjalan
dipinggir jurang yang sangat terjal. Dibutuhkan kesabaran, penuh
kehati-hatian, kebijakan dan strategi yang tepat. Indonesia yang terdiri
atas 30 propinsi dan 2 daerah istimewa dengan lebih dari 17.000 pulau
yang tersebar di sepanjang lautan India. Indonesia mempunyai pertumbuhan
rata-rata sebesar 4,1% (2003) dengan pendapatan perkapita penduduknya
sebesar $ 3,200. dengan komposisi penduduk 29,4% (0 – 14 tahun); 65,5%
tergolong usia kerja (15 – 64 tahun) dan 5,1% diatas usia 65 tahun.
Besarnya potensi ini tidak secara otomatis menjadikan Negara Indonesia
sebagai negara besar di kawasan Asia terlebih-lebih di dunia. Sehingga
hal ini dapat berdampak terhadap penciptaan dan peningkatan
produktivitas manufaktur di Indonesia.
�� Kondisi Manufaktur
Indonesia Persaingan global manufaktur yang terjadi di dunia sehingga
membuat perusahaan manufaktur di Indonesia mengalami penurunan secara
drastic dimana pada tahun 2000 berada pada posisi 43, maka pada 2001
berada pada posisi 46, kemudian pada 2002 menjadi urutan ke-47, dan
kemudian ditahun 2003 anjlok menjadi peringkat 57. Tampaknya, pemerintah
belum optimal menyelesaikan dan menemukan akar persoalan mendasar dari
keterpurukan sektor industri nasional di kancah persaingan produk
industri global. Karena itu, pemerintah telah memberi fokus perhatian
pada bagaimana meningkatkan daya saing produk industri manufaktur.
G. DAYA SAING PERUSAHAAN DAN FUNGSI OPERASI Ada empat dimensi daya saing
(competitiveness) yang mengukur efektivitas fungsi operasi yaitu : ��
Biaya Meskipun harga merupakan senjata bersaing yang digunakan di pasar,
profitabilitas berkaitan dengan selisih antara harga dan biaya. Biaya
adalah variable yang dapat memungkinkan harga lebih rendah namun tetap
menguntungkan. Agar dapat bersaing atas dasar harga dituntut kemampuan
fungsi operasi untuk berproduksi dengan biaya rendah, karenanya efek
lokasi, desain produksi, penggunaan dan penggantian peralatan,
produktivitas tenaga kerja, manajemen persediaan yang baik, pemanfaatan
teknologi proses dll memberi kontribusi pada biaya yang dihasilkan. 13
�� Kualitas Efektivitas dari faktor ini telah ditunjukkan oleh dominasi
pasar jepang di bidang produk elektronik konsumen, baja, mobil dan
mesin perkakas, dimana kualitas produk seringkali dinyatakan sebagai
alasan untuk memilih produk yang dibeli. �� Keandalan sebagai Pemasok
Reputasi akan keandalan pasokan atau bahkan ketersediaan “diluar toko”
seringkali merupakan senjata bersaing yang kuat. Pelanggan mungkin mau
berkompromi dalam hal harga atau bahkan mutu untuk mendapatkan waktu
penyerahan barang yang sesuai kebutuhan mereka. �� Fleksibilitas/Layanan
Kemampuan untuk fleksibel banyak bergantung pada desain sistem produksi
dan teknologi proses yang digunakan. 6. EVALUASI 1) Jelaskan ruang
lingkup manajemen operasional dan pengertian produktivitas 2) Mengapa
setiap perusahaan membutuhkan manajemen opersional 3) Bandingkan antara
manajemen operasional pada perusahaan jasa dan manufaktur 4) Analisis
dan interprestasikan capaian produktivitas dengan mengambil contoh kasus
pada salah satu perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar