CARA MEMBUAT KONVERSI SUHU MELALUI NETBEANS

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizA8b1H3ZBIFqzy04SLhiUVVdkg_zNX7VvI8zeX-J2qNg5O95hNMj0Z9YbF1gQ9YoNZtINgeCsqjhCm4HnpgvEopk4zTbCkH7FUhVVcX9uXqOBb1M99Q8mt-DHBtenPj3N0_RUk1ctZnCP/s320/1.jpgPada Tutorial ini saya akan menjelaskan bagaimana langkah - langkah membuat konverter suhu, dengan mengunakan Aplikasi NetBeans .

Langkah pertama untuk membuat Konverter suhu :
1.    Pertama buat new project dan isi nama sesuai keinginan :












 2.    Kedua klik kanan pada project yg telah dibuat pilih new > Jframe form



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOGoHfR8p_0lMA0CLDqm-b_J3aHNX64I04QoXn3QTcVcz9IKhAv1SQ8porubTDNz2NGD8kvFIfdRQsYmnoHJCrHvdNnY0-0EOADCy9ak7setfL3EKgF47URupUwbuP_hqvaCrKBQp_x2H8/s1600/2.jpg
 













3.    Lalu atur form hingga tampilannya seperti ini

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAlN8hQHl4TQV3Y314YDf7ms6GGoNA3r8iEn_mHniJkTZGeiCuRToTUrUM-7mhqQOiL4H3PxHBx11DN2-3TVhe6Qli7NUi7A9u9YKJZIyKyDCjKMu-ieijwqAxvPRMqGwQTyfaQac2rFp1/s1600/xxxx.png
 


















Dan ini coding nya :

Contoh Program Java Konversi Suhu


Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Program Konversi Suhu dibuat menggunakan bahasa pemrograman Java menggunakan
NetBeansIDE
Membuat sebuah program Java menggunakan NetBeansIDE sudah cukup mudah karena dengan menggunakan NetBeansIDE kita tidak lagi dipersulit dalam membuat antar muka atau interface sebuah program. Dengan menggunakan NetBeansIDE kita bisa melakukan pembangunan interface program dengan cara drag and drop.

Pada post kali ini saya akan bagikan sebuah tutorial atau cara membuat program Java konversi suhu menggunakan NetBeansIDE. Program konversi suhu yang saya bangun menggunakan bahasa pemrograman Java sama seperti program konversi mata uang (Kurs) yang sudah saya tulis pada post sebelumnya. Klik link berikut untuk melihatnya. Program Java Kurs Mata Uang


Langsung saja kita mulai langkah-langkah membuat program konversi suhu menggunakan bahasa pemrograman Java di NetBeansIDE.

Buka NetBeansIDE lalu buat sebuah Project baru dengan nama Suhu atau apa saja terserah kamu. Untuk selanjutnya perhatikan gambar-gambar berikut ini.

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Buat project baru dengan memilih Java Application

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Beri nama Suhu untuk project yang akan kita bangun

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Buat Package baru dengan nama Konversi atau terserah kamu dengan klik kanan pada
Source Packages lalu pilih New -> Java Package

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Buat jFrame Form dengan nama FrmSuhu atau terserah kamu dengan cara klik kanan pada
Package Konversi lalu pilih New -> JFrame Form

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Buat antar muka atau interface program seperti pada gambar (untuk interface bebas bentuknya) yang penting
ada element-element pada gambar

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Ubah nama variable pada setiap Button yang kita buat dengan cara klik kanan pada
salah satu Button (Button Clear sebagai contoh) lalu ubah dengan nama variable
BtnClear atau bebas yang penting bisa mempermudah kamu dalam mengingat masing-masing
variable yang kita buat

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Ubah nama variable dari jTextField1 menjadi TxtFarenheat dan jTextField2 menjadi
TxtCelcius. Atau terserah kamu mau memberi nama variable apa saja asal mempermudah
teman-teman untuk mengingat nama variable tersebut

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Klik dua kali pada Button Proses yang telah kita ubah variablenya menjadi BtnProses
lalu tulis kode Java seperti pada gambar.
Untuk kode atau script program Java untuk bagian BtnProses bisa kamu copy di bawah ini. Ingat, sesuaikan dengan nama variable yang telah kamu buat.


String suhu1 = TxtFarenheat.getText();
double suhu2 = Double.parseDouble(suhu1);
       
double far = (1.8*suhu2)+32;
       
TxtCelcius.setText(String.valueOf(far));

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Klik dua kali untuk memberikan perintah kepada BtnClear dengan script seperti pada gambar.
Untuk kode atau script program Java untuk bagian BtnClear bisa kamu copy di bawah ini. Ingat, sesuaikan dengan nama variable yang telah kamu buat. 
TxtFarenheat.setText("");
TxtCelcius.setText("");
TxtFarenheat.requestFocus();
TxtCelcius.requestFocus();

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Berikan kode perintah keluar untuk BtnExit dengan menuliskan kode seperti pada gambar.
Lakukan klik dua kali pada BtnExit untuk mulai menulis kode perintahnya.

Untuk kode atau script program Java untuk bagian BtnExit bisa kamu copy di bawah ini. Ingat, sesuaikan dengan nama variable yang telah kamu buat. 


dispose();

 Contoh Program Java Netbeans Konversi Suhu
Jalankan program Java (Program Konversi Suhu) yang telah kita buat dengan Run file
Lakukan tes terhadap program. Jika bisa berjalan dan dengan hasil seperti pada gambar,
berarti Program Konversi Suhu buatan kita telah sukses berjalan dengan lancar
.
Selesai! Cukup mudah, simple dan sederhana bukan? Jika kamu mengalami kesulitan yang mengakibatkan program yang kamu buat tidak bisa dijalankan alias error, kamu bisa menuliskan komentar pada posting ini.
Eiya, dalam posting ini juga saya telah menyiapkan semua file dari program konversi suhu yang bisa kamu download di bawah ini. Tersedia file yang telah saya eksport menjadi file .jar

Link sebelah kiri adalah semua file program dan link download sebelah kanan adalah file .jar program konversi suhu
Selamat mencoba dan semoga sukses.
http://javanetblog.blogspot.com/2015/03/contoh-program-java-konversi-suhu.html


Arti dari Monumen Arek Lancor Pamekasan




Sama halnya dengan monumen – monumen yang ada di daerah lainnya, Monumen Arek Lancor yang di bangun di maksudkan agar para generasi muda Pamekasan tidak akan pernah lupa bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan. Bertempur dengan seluruh raga dan kemampuan demi masa depan yang cerah generasi berikutnya.

Monumen Arek Lancor ini berbentuk tugu, Arek Lancor sendiri jika dalam bahasa Indonesia di kenal sebagai sebuah alat tajam sedangkan Arek dan Lancor memiliki perbedaan khususnya pada fungsinya bagi para masyarakat Pamekasan. Dua alat tajam yang berada di puncak monumen ini melambangkan nilai – nilai etnik masyarakat Pulau Madura khususnya masyarakat Pamekasan yang terkenal dengan keras, tegas dan berani dalam mempertahankan hak mereka.

Selain di kenal dengan nilai etnik yang keras, tegas dan berani kabupaten Pamekasan ini merupakan kabupaten yang sangat menjunjung nilai – nilai agama. Khususnya agama Islam yang menjadi agama mayoritas di kabupaten Pamekasan. Hal ini bisa di wakili dengan lebih memperhatikan kembali bentuk simbol Monumen Arek Lancor yang sekilas mirip dengan lafadz Allah.

Terdapat lima simbol Arek dan Lancor yang bertengger tegap di puncak tugu monumen, berwana kuning emas dan berbentuk melengkung tajam menatap langit yang menambah kesan keras, tegas dan berani masyarakat Pamekasan juga tentunya masyarakat Pulau Madura pada umumnya.

Asal-Usul jembatan Suramadu

Asal-Usul jembatan Suramadu Berdiri Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia. Jembatan antar pulau sepanjang 5.438 meter yang akan diresmikan Rabu (10/6) besok itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Sebagai jembatan yang menghubungankan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan yang kedua setelah rangkaian jembatan Berelang (Batam Rempang Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Propinsi Kepulauan Riau ini, merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antar pulau. Sebelum Suramadu dibangun, sempat timbul keragu-raguan, apakah mungkin membangun jemnabatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan mempengaruhi konstruksi jembatan? Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama taun 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa para meter tanah. Dari Sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan catalog gempa juga tifak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar jembatan cukup stabil. Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air, serta pengaruh pasang terhadap jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin,berdasarkan kajian ternyata angin yang melintang kecepatannya sampai maksimal 65 kilo meter per jam. TAHAN GEMPA Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan genpa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja. Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter. “Jika kecepatan angin sudah mencapai sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk sepeda motor” Djoko Kirmanto Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter. “Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jendral Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak. KUAT 100 TAHUN Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp. 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun. Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoirng kondisi cuaca, khususnya angin. ‘’Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara, ‘’ ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, ajlur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengerndara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilo meter per jam. Bukan Cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan berat satu as kendaraan sekitar 10 ton. CUKUP LIMA MENIT Setelah diresmikan besok, diperkirakan Suramadu akan dilintasi 8.000 – 9.000 sepeda motor per hari serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari. Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung – Kamal dengan menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda empat per tahun (38 persen). Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit. SEMPAT TERSENDAT Pembangunan dalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter tersendat September 2008. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui bank Jatim sebesar rp. 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar Rp. 68,9 juta dollar AS cair. Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga melesat , seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun. Pembiayaan pembanguna Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah, sedangkan 45 persen sisanya pinjaman dari China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya harus berutang kepada China. Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu menumbuhkan geliat ekonomi Tanah Air, terutama Jawa Timur.

Menuju Ke Link Berikutnya 1

Menuju Ke Link Berikutnya 1 https://malikibrahimkconk1.blogspot.com/# Terhubung Ke Portal Siakad : https://siakad.trunojoyo.ac.id/ Menuju Ke Link Berikutnya 1.1 https://www.google.com/search?q=asal+usul+madura+tempo+dulu&client=firefox-b-ab&source=lnms&sa=X&ved=0ahUKEwiv3q_O9bXjAhUjHo8KHaNGC4kQ_AUICygA&biw=1366&bih=627&dpr=1 https://www.pulaumadura.com/2012/09/asal-usul-pulau-madura.html https://www.pulaumadura.com/2012/09/asal-usul-pulau-madura.html# https://www.pulaumadura.com/2012/09/asal-usul-pulau-madura.html# https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Madura http://www.lontarmadura.com/asal-usul-leluhur-orang-madura/ http://www.lontarmadura.com/madura-dalam-catatan-sejarah/ https://plat-m.com/category/sejarah/ https://jawatimuran.wordpress.com/2013/01/12/sejarah-masyarakat-madura/ https://ensiklopedimadura.wordpress.com/2013/01/24/asal-muasal-batu-cenning/ http://www.lontarmadura.com/tradisi-bhubuan-di-bangkalan/ http://rohmanbinmunip.blogspot.com/2014/09/sejarah-gunung-jaddih.html http://newsmaduraisland.blogspot.com/2017/12/wisata-bukit-jaddih-danau-dan-juga-goa.html https://liburmulu.com/tempat-wisata-alam-bukit-jaddih-madura/ https://www.haniwidiatmoko.com/2018/03/sepenggal-kisah-sejarah-di-bukit-jeddih-madura/ https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Trunojoyo

SEJARAH KAMPUS UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

Universitas Trunojoyo Madura merupakan kelanjutan dari Universitas Bangkalan Madura (Unibang) yang " berubah statusnya " dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 85 Tahun 2001 Tertanggal 5 Juli 2001. Peresmian berlangsung pada tanggal 23 Juli 2001. Dalam sambutannya KH. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden Republik Indonesia pada waktu itu, mengatakan bahwa salah satu keinginan Masyarakat Madura untuk memiliki Universitas Negeri telah tercapai. Keinginan lainnya agar pulau Madura dihubungkan dengan pulau Jawa juga telah tercapai dengan diresmikannya Jembatan Suramadu pada tanggal 10 Juli 2009 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Keberadaan Universitas Trunojoyo Madura seperti kondisinya yang ada saat ini, masih dalam tahap pembenahan-pembenahan mendasar, seperti renovasi gedung perkuliahan, kantor administrasi, kantor pusat maupun fakultas, dan prasarana kampus seperti instalasi listrik dan air serta sarana olahraga dalam kampus. Saat ini dilakukan pula upaya untuk melengkapi sarana laboratorium yang ada di semua fakultas. Universitas Trunojoyo Madura dibangun di atas lahan seluas 30 hektar, yang terletak 5 kilometer dari pelabuhan Kamal dan sekitar 15 kilometer dari Kota Bangkalan. Pengembangan kampus di masa yang akan datang diarahkan menjadi lingkungan yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Pohon-pohon direncanakan akan lebih banyak ditanam untuk meghilangkan kesan kekeringan dan kegersangan pulau Madura. Selain itu, lokasi Universitas Trunojoyo Madura akan berada dalam lingkungan pusat pengembangan Bangkalan sebagai perluasan kota Surabaya dalam satuan wilayah pengembangan Gerbang kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). https://www.trunojoyo.ac.id/profil/sejarah.html

foto adipura 2013